Tips Menulis Cerita Ala Haruki Murakami

by - April 29, 2023

Menulis cerita adalah kegiatan yang banyak dilakukan semua orang. Bisa dipastikan hampir setiap orang mampu menulis sebuah cerita. Di sekolah-sekolah, anak-anak ditugaskan untuk menulis sebuah cerita. Walaupun begitu, tidak semua orang mampu menulis cerita dengan baik. Seorang penulis pun tidak jarang mengalami writer's block. Writer's blok atau disebut juga kebuntuan penulis yaitu sebuah keadaan dimana penulis mengalami ketidakmampuan dalam menulis cerita. 

Salah satu cara untuk menghilangkan writer's block yaitu membaca cerita orang lain. Writer's block sering terjadi karena penulis kehabisan kosakata dalam bercerita. Kita juga bisa mengikuti saran para penulis ternama. Kebanyakan dari kita membutuhkan seorang role model dalam kegiatan menulis kita. Salah satu penulis terkenal yang akan kita bahas adalah Haruki Murakami.

Siapa yang tidak kenal Haruki Murakami? Dia adalah seorang penulis ternama asal jepang yang namanya telah mendunia. Bahkan Haruki Murakami digadang-gadang akan mendapat penghargaan Nobel Prize. Banyak karyanya yang menjadi best seller dunia dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Norwegian Wood, IQ84, dan Kafka On The Shore. Selain menulis novel, Haruki Murakami juga banyak menulis cerita pendek. Salah satu judul cerpennya ialah Tersesat di Kota Kucing. 

Pada dasarnya, setiap penulis masing-masing memiliki karakteristik tersendiri dalam menulis cerita. Hal ini terjadi karena setiap penulis memiliki referensi masing-masing dalam menggali ide. Hal tersebut tidak terjadi begitu saja. Seorang penulis perlu melewati perjalanan panjang dalam mencari karakteristik tulisannya. Begitu pula Haruki Murakami.

Haruki Murakami banyak membagikan tips-tips menulis. Dinilai memiliki gaya penceritaan yang unik, Haruki Murakami tidak serta merta menulis cerita sesuai keinginannya saja. Banyak kegiatan Haruki Murakami yang dilakukan demi menunjang kapasitasnya sebagai seorang penulis. Ia berbagai pengalamannya tentang menulis dalam memoarnya berjudul "What I Talk About When I Talk About Running"

Dalam buku tersebut, Haruki Murakami mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan yang berat. Menulis menimbulkan beban fisik dan psikis. Penulis dituntut duduk diam selama berjam-jam di ruangan tertutup. Keadaan itu tentu saja akan mempengaruhi kesehatan penulis. Penulis juga mudah mengalami gangguan mental sebagai akibat dari cerita yang mereka tulis sendiri. Penulis akan merasa tenggelam dalam ceritanya sendiri sehingga pikiran mereka mudah terbawa. Karena itulah menulis memerlukan ketahanan.

Haruki Murakami, selain menjadi penulis, ia juga menjadi seorang pelari. Ia mengikuti berbagai perlombaan lari jarak jauh. Ia mendapat berbagai keuntungan dari olahraga yang dilakukannya. Dengan berlari, ia memiliki fisik yang sehat yang membuatnya tahan duduk berjam-jam ketika menulis cerita. Menurut pepatah, 'didalam fisik yang kuat terdapat jiwa yang sehat' hal ini bisa menghindarkan Haruki Murakami dari mental yang terganggu.

Ada yang unik dari teknik menulis Haruki Murakami. Ia mengungkapkan bahwa ia sendiri sering membuat cerita tanpa alur. Haruki Murakami lebih memilih 'mengikuti' arus. Ia membiarkan tokohnya mengalir begitu saja. Bahkan ia sendiri sering penasaran dengan akhir ceritanya sendiri.

Haruki Murakami adalah pribadi yang disiplin. Dalam memoar What I Talk About When I Talk About Running, Haruki Murakami memiliki rutinitas sehari-hari yang membantunya dalam kegiatan menulis. Ia bangun pada jam lima pagi dan tidur pada jam sepuluh malam. Ia biasanya mulai menulis pada jam sepuluh atau sebelas pagi. Baru kemudian pada sore hari ia berlari. Rutinitas akan membantu kita mencapai tujuan. Kita bisa mengatur rutinitas yang sesuai dengan tujuan kita.

Sebagai penulis, Haruki Murakami mengakui bahwa ia menulis bukan karena 'bisa' namun karena berusaha. Ia tidak terlahir menjadi seorang penulis bahkan baru memulai menulis ketika berusia 30 tahun. Ia mengakui juga bahwa ia adalah tipe orang yang melakukan sesuatu hanya karena 'ingin'. Haruki Murakami mendapat keinginan menulis begitu saja ketika ia sedang berbaring di sebuah lapangan dan segera membeli berbagai peralatan menulis.

Semasa muda, Haruki Murakami memiliki dan mengelola bar seorang diri. Bisnisnya sukses karena saat itu tidak banyak orang membuka bar. Ketika berkomitmen untuk menulis, ia menutup bar demi fokus dalam menulis. Ia merasa tidak akan fokus menulis jika mengurus berbagai hal sekaligus. Fokus adalah bagian penting dalam menulis. Haruki Murakami berkata bahwa kita tidak akan bisa menulis jika tidak tahan duduk dan menulis selama berjam-jam.

Bagi Haruki Murakami, ketahanan, fokus, dan rutinitas adalah hal yang sangat diperlukan oleh penulis. Menulis adalah perjalanan panjang. Maka menulis bukan hal yang mudah, kerja keras tentu sangat diperlukan. Setiap penulis memiliki gaya berceritanya masing-masing sebagai hasil dari perjalanan panjang mereka melalui dunia kepenulisan. 






You May Also Like

0 comments

Thanks for read my blog