perihal orang-orang baik di sekitar saya
mungkin saya terlalu kebal perasaan. saya tidak tahu cara menjadi tulus. saya merasa palsu sepanjang hari, walaupun ada hari-hari dimana saya merasa senang dan sayang pada orang-orang yang menemani saya sampai saat ini. saya hanya tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan perasaan cinta itu.
mungkin karena di sekolah dan di rumah saya tidak pernah diajari secara tertulis untuk mengungkapkan cinta kepada orang lain. saya harus belajar sendiri, padahal menerjemahkan perasaan bukanlah keahlian saya. nilai matematika saya sangat jelek, tapi nilai keterampilan intrapersonal saya lebih jelek daripada itu.
sebenarnya yang saya khawatirkan adalah, saya takut jika mereka tidak tahu jika saya sangat bersyukur dengan kehadiran mereka. ada satu ucapan Taylor Swift yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya:
You know there's many different ways that you can kill the one you love. The slowest way is never loving them enough.
salah satu cara paling menyakitkan untuk menghancurkan seseorang yang kita cintai adalah dengan tidak menunjukkan cukup kasih sayang atau perhatian.
jika apa yang dikatakan oleh dia itu benar, maka tanpa disadari saya sudah menghancurkan beberapa orang di kehidupan saya. biar saja saya hancur karena perlakuan orang lain terhadap saya, tapi saya tidak ingin orang di sekitar saya menjadi hancur karena saya. ketika menyadari hal itu, kebencian terhadap diri saya semakin bertambah dua kali lipat.
rasanya saya tidak berhak dicintai kalau ujung-ujungnya saya yang menyakiti mereka.
walaupun hidup saya terlihat baik-baik saja, tapi saya rasa ini bukanlah hidup yang menyenangkan untuk dijalani. sikap saya yang tidak peduli pada apapun memang membuat orang lain mengira hidup saya mudah. hidup saya sulit, hanya saja saya tidak pernah menampakkannya.
dan lucunya, itulah daya magnet yang mampu menarik orang-orang dalam kehidupan saya.
padahal saya tidak punya nilai, harta, relasi, atau kelebihan apapun yang bisa menguntungkan teman-teman saya. walaupun memang tidak ada konsep barter seperti itu dalam hubungan pertemanan yang sehat, saya tetap saja merasa harus balas budi atas kebaikan mereka.
sedangkan saya sendiri sering kali kebingungan untuk mengekspresikan ungkapan cinta dan terimakasih secara verbal. dulu saya merasa cukup untuk berterimakasih dengan selalu menyempatkan waktu dengan mereka. sekarang rasanya itu tidak cukup untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayang. ucapan saja memang tidak cukup tanpa aksi, namun bagaimana orang itu bisa tahu jika kita tidak pernah mengucapkannya?
orang-orang tanpa pamrih yang membuat kehidupan saya terasa lebih mudah dijalani dengan memberi kesempatan pada saya untuk mencicipi hal-hal kecil dalam hidup: kudapan manis, lampu-lampu jalanan yang bersinar di malam hari, kilat lampu photobox, orang-orang resek di tengah jalan, cerita-cerita hubungan percintaan yang tidak pernah saya jalani seumur hidup (saya belajar banyak dari kalian :))
saya sebenarnya gampang menyerah dalam hidup tapi semua yang kalian lakukan membuat hidup tampak worth to fight for alias layak untuk diperjuangkan.
ungkapan terimakasih saja tidak cukup. semoga impian kalian menjadi kenyataan, baik yang kalian inginkan secara sadar ataupun tidak sadar. itu adalah doa yang selalu saya panjatkan untuk kalian.
0 comments
Thanks for read my blog