Kita tahu kita tidak peduli tapi kita peduli
Tidak pagi, siang atau sore
Ketika kehidupan adalah lembaran baru, yang benar-benar
baru
Tanpa tahu bagaimana menulisnya
Menggurat segaris kemudian menghapusnya kembali
Hapus, hapus dan hapus
Hingga robek dan kusut
Tapi berbekas
Ia ada disana dan terlihat pernah tergurat
Setiap pagi saat matahari terbit
Aku masih bermimpi
Indah tapi aku takut
Jalan-jalan yang sepi dan ramai
Kelas-kelas yang putus asa
Karena ditempati yang tidak menaruh hati
Aku ada disana
Mengais kehidupan
Sedikit berpikir,
“Manusia itu lucu”
Tapi kita tak akan bertemu lagi
Jadi, sayonara
Ku taruh percaya padamu
Dan kau juga
Aku tak mengharapkanmu begini tapi
Kawan, teka-tekimu sudah kupecahkan
Jadi, sayonara
Aku menetap pada lagu-lagu dan siaran radio yang membuat
otak impoten
Mengulang nada-nada yang sama dan berdansa seperti orang
gila
Sudah lama aku tidak merasa nyata
Dan kita sama-sama tahu hobi bersembunyi dari orangtua
Karena mereka juga menyembunyikan banyak hal dari kita
“Cinta begitu abstrak begitupula benci”
Ujarku sambil melonjak memikirkan harga-harga dan
bagaimana cara menjadi manusia